Sunday, 15 February 2009

Geografi

Keberadaan geografi lingkungan sebagai mata kuliah pada jurusan geografi dirasakan semakin penting dalam kehidupan dewasa ini. Signifikansi mata kuliah ini bukan hanya karena lingkungan planet bumi sebagai hunian manusia telah mengalami banyak kemunduran, tetapi karena dalam mata kuliah ini dapat memberikan wawasan dan pemecahan in situ yang lebih nyata.

Geografi merupakan studi yang mempelajari fenomena geospere yang berupa alam dan manusia dan keterkaitan keduanya di permukaan bumi dengan menggunakan pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Geografi lingkungan merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari lokasi dan variasi keruangan fenomena alam (fisis) maupun manusia di permukaan bumi. Bahan ajar ini belum dapat menjangkau keseluruhan obyek material geografi lingkungan. Penyajian dalam bahan ajar ini masih terbatas pada pengantar yang memberi tekanan pada hidrologis dan demografis sebagai obyek yang bepengaruh pada lingkungan global.


Obyek formal geografi berupa pendekatan (cara pandang) yang digunakan dalam memahami obyek material. Pendekatan itu berupa pendekatan keruangan. Selain pendekatan keruangan tersebut dalam geografi juga dikenali adanya pendekatan kelingkungan, dan pendekatan kompleks wilayah.

Fenomena geosfer meliputi hidrosfer, litosfer, atmosfer, biosfer, dan antrophosfer, fenomena hidrosfer meliputi air yang menyelimuti permukaan bumi. Air dipermukaan bumi meliputi perairan laut dan perairan darat. Perairan darat tersusun dari air permukaan dan air tanah. Keberadaan air tanah tersebut dipengaruhi oleh siklus hidrologiyang secera proses mencakupevaporasi, kondensasi, presiptasi, infiltrasi,dan perkolasi.

Kehidupan manusia memerlukan kualitas air tertentu agar dapat mendukung kehidupan yang sehat. Air yang berkualitas tersebut tidak hanya untuk kepentingan minum, mandi dan cuci, tetapi juga untuk kepentingan kegiatan yang lain seperti pertanian perikanan, dan pariwisata.


Kondisi lingkungan dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah keadaan demografi suatu wilayah. Dua faktor demografi yang berpengaruh pada kondisi lingkungan, berupa kuntitas penduduk dan kualitas penduduk. Dalam bahan ajar ini pembahasan masih ditekankan pada aspek kuantitas penduduk yang berupa jumlah penduduk, petumbuhan penduduk, dan distribusi penduduk.

Keterkaitan demografi dengan lingkungan terlihat dari permasalahan yang timbul. Masalah lingkungan global menyangkut perlindungan hutan, pertanian berkelanjutan dan pertanian desa, perlindungan dan pengelolaan laut, air tawar, dan sungai. Upaya untuk memecahkan permasalahan tersebut membutuhkan pendekatan partisipatif dari masyaraat setempat. Solusi global dengan konsep pembangunan berkelanjutan hingga penerapan ekowitata yang bernuansa setempat dapat menjadi alternati bagi pemecahan masalah lingkungan.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Komenter Kamu

Kumpulan Situs Penting
My Photo
Watampone
Dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf atas segala kekurangan kami. Blog ini dibuat hanya untuk saling memberi sedikit informasi kepada teman-teman. Tak ada sedikitpun di dalamnya bertujuan untuk sebuah materil Berkarya tanpa batas, tanpa penindasan