Sunday, 15 February 2009

Kondisi Air Tanah Daerah Karst

a. Bentuk Lahan Daerah Karst

Menurut Jenings (1971), karst ialah suatu kawasan yang mempunyai karakteristik relief dan drainase yang khas, terutama disebabkan oleh keterlarutan batuannya yang tinggi didalam air, Jika dibandingkan dengan daerah lain (Ko, 1984) dalam Suharsono (1988:46). Lingkungan topografi karst terbentuk oleh proses pelarutan, proses pembentukan topografi karst itu sangat lambat (Sutikno, 1996). Bentuk lahan ditopografi karst dibendakan menjadi 2 yaitu:

1) Bentuk lahan negatif

Merupakan bentuk lahan yang berada dibawah permukaan rata-rata daerah setempat sebagai akibat proses pelarutan, runtuhan atau terban. Adapun contoh bentuk lahan negatif yaitu doline, uvala, polye, cockpit, lembah buta (Blindvalley)

2) Bentuk lahan positif

Merupakan bentuk lahan karst yang berda di atas permukaan rata-rata setempat sebagai proses pelarutan. Bentuk lahanya berupa kerucut karts (Kygel karst / butte), menara karst (Turn karst, mogote hill, pepino hill, atau pinnacle karst). Whittow (1984) dalam Suharsono (1988:48-32).

Bentuk lahan karst tersebut mempunyai pengaruh terhadap air dan dipengaruhi air, sehingga kekhasan dari geomorfologi dari suatu lingkungan karst dapat dijadikan dasar untuk memperkirakan kondisi tata airnya. Sumber air di lingkungan karst perlu diketahui karakteristiknya, agihan jumlahnya, dan kualitas menurut ruang dan waktu.

b. Air Tanah Daerah Karst.

Sistem hidrologi daerah karst secara umum bersifat impermeabel, tetapi karena terdapat celah dan rekahan maka batuan menjadi impermeabel (atau bisa disebut permeabilitas skunder), dengan demikian air hujan dapat masuk ke dalam batuan, membentuk rekahan-rekahan yang melebar, terbentuk gua-gua dan menyatu antara rekahan satu dengan yang lain akhirnya terjadilah sungai bawah tanah.

Proses hidrologi karst dimulai dari pelebaran celah-celah dan rekahan-rekahan oleh proses pelarutan air hujan terhadap batuan kalsium karbonat. Variasi larutan dapat sangat lambat sampai cepat, yang sangat tergantung adanya CO2 dalam tanah. Bentukan awal yang terjadi adalah Sinkhole (Doline = luweng) terutama di persilangan rekahan. Jika doline berdekatan akan membentuk uvala, karena sudah terjadi amblesan batu gamping pada musim hujan doline dan uvala akan terisi air (menjadi telaga) yang merupakan sumber air permukaan daerah karst.

Air tanah karst secara kulitatif tentunya mempunyai kualitas yang umumnya baik. Sebagian besar sumber air tanah karst ini digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air minum.Umumnya kualitas air tanah karst mempunyai konsentrasi unsur Ca (kalsium), Mg (magnesium), dan kesadahan yang tinggi. Hal ini sesuai dengan komposisi mineral batuan karbonat yang memang didominasi Ca dan Mg. Oleh karena itu sumber air ini bila digunakan sebagai air minum sebaiknya diendapkan terlebih dahulu agar konsentrasi dua unsur tersebut dapat berkurang. Efek dari penggunaan air yang mengandung Ca dan Mg yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunya kerja ginjal. Pencemaran air tanah karst dapat terjadi terutama berasal dari daerah imbuhannya, misalnya dari kotoran kelelawar dalam gua, penebangan tanaman, penambangan batu gamping dan lainnya.

Rekahan-rekahan vertikal yang menyatu secara horisontal, akan membentuk sistem sungai bawah tanah yang terus mengalir secara gravitatif menuju daerah yang lebih rendah (akhirnya ke laut). Pada persilangan rekahan umumnya akan membentuk gua-gua akibat proses pelarutan secara horisontal dan vertikal, gua-gua ini merupakan “klas cope” yang sangat menentukan sisten air bawah tanah. (Anna, 2001:2-3).

c. Jenis Sumber Air Daerah Karst

Adapun jenis sumber air daerah karst berdasarkan keberadaanya dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

  1. Sumber air permukaan, merupakan simpanan air yang berada pada permukaan tanah. Sumber air ini umumnya terdapat di Sinhole, doline, dan uvala.
  2. Sumber air bawah tanah, meruakan simpanan air yang terdapat di dalam tanah biasanya di dalam gua-gua atau disebut sungai bawah tanah.

Potensi air permukaan karst dilihat dari segi kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh musim, pada musim kemarau jumlah airnya kecil, sedangkan pada musim penghujan jumlah airnya besar. Adapun potensi dari segi kualitas, air permukaan ini mudah terkontaminasi oleh kondisi lingkungan dan cara penggunaanya (Anna, 2001:5).




Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Komenter Kamu

Kumpulan Situs Penting
My Photo
Watampone
Dengan segala kerendahan hati kami mohon maaf atas segala kekurangan kami. Blog ini dibuat hanya untuk saling memberi sedikit informasi kepada teman-teman. Tak ada sedikitpun di dalamnya bertujuan untuk sebuah materil Berkarya tanpa batas, tanpa penindasan